Ajinomoto Indonesia berfokus pada keberlanjutan dengan mengurangi limbah plastik, menekan emisi gas rumah kaca, mengoptimalkan penggunaan air, serta mendorong ekonomi sirkular melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan.

Ajinomoto Indonesia berfokus pada keberlanjutan dengan mengurangi limbah plastik, menekan emisi gas rumah kaca, mengoptimalkan penggunaan air, serta mendorong ekonomi sirkular melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan.

Sampah plastik merupakan jenis sampah terbesar kedua yang ditemukan di Indonesia setelah sampah makanan. Dari total 36.218.012,28 sampah yang dihasilkan di tahun 2022 secara nasional, sebanyak 6.555.460 ton (18,1%) merupakan sampah plastik. Sedangkan, sampah plastik membutuhkan waktu sekitar 10 - 20 tahun untuk bisa terurai secara alami.

Meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM), gas, dan batu bara menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca yang akan menimbulkan perubahan kondisi lingkungan bumi, terutama kekacauan pola cuaca dan iklim

Skor Indeks Kualitas Air (IKA) di Indonesia sebesar 53,88 poin pada tahun 2022. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Namun skor tersebut belum memenuhi target tahun 2022 sebesar 55,03 poin.

Banyaknya sampah sisa makanan di Indonesia disebabkan oleh pola konsumsi yang buruk. Karenanya tiap tahun, jumlah sampah sisa makanan masih sangat tinggi dan menduduki komposisi terbesar dari total sampah yang dihasilkan secara nasional. Pada tahun 2022, dari total 36.218.012,28 ton sampah yang dihasilkan, sebanyak 14.780.570,8 ton (40,81%) merupakan sampah sisa makanan.