Berita

Ajinomoto Health Provider Bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto Berikan Edukasi Pencegahan & Penanganan Stunting dengan Konsep Gizi Seimbang

Diterbitkan oleh Author Ajinomoto pada 26 February 2024

Berpegang pada nilai Ajinomoto Group Creating Shared Value (ASV) yang berfokus pada pilar kesehatan dan kesejahteraan, sumber daya pangan, serta keberlanjutan global, PT AJINOMOTO INDONESIA (Ajinomoto) dengan kegiatan Health Provider nya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui program yang  mendukung peningkatan nilai-nilai di masyarakat sekitar pada bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan. Program tersebut berbentuk edukasi pencegahan-penanganan stunting dengan konsep gizi seimbang kepada bidan, kader posyandu, serta anggota PKK di wilayah Kabupaten Mojokerto.


Program edukasi ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian atau MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani oleh Bupati Mojokerto, dr. Ikfina Fahmawati M.Si, bersama Direktur Ajinomoto, Samsul Bakhri, yang dilaksanakan pada Oktober 2023.

 



“Menuju tahun 2030, Ajinomoto mempunyai dua tujuan besar, yang pertama meningkatkan kualitas dan harapan hidup sehat keluarga Indonesia dan yang kedua mengurangi dampak lingkungan melalui kegiatan Health Provider yang merupakan sebuah inisiatif terintegrasi seluruh kegiatan berkelanjutan Ajinomoto Indonesia. Seluruh karyawan kami bekali dengan pengetahuan terkait gizi, kesehatan keluarga, dan juga kelestarian lingkungan. Kerjasama antara Ajinomoto dan Pemkab Mojokerto ini merupakan salah satu inisiatif Ajinomoto Health Provider yang berkelanjutan dengan berpegang pada nilai-nilai ASV,” ungkap Samsul Bakhri.

 



Pada kesempatan hari ini, Ajinomoto juga menghadirkan seorang ahli gizi untuk menyampaikan cara-cara yang baik dalam pencegahan-penanganan stunting dan obesitas, selain ahli gizi Ajinomoto juga menghadirkan seorang chef untuk merekomendasikan menu aplikasi yang bisa dengan  mudah seluruh peserta terapkan untuk membuat menu makanan yang bergizi seimbang. Ajinomoto berharap, inisiatif Health Provider yang dilakukan secara berkelanjutan kali ini dapat diterapkan juga secara mandiri dalam keseharian masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Mojokerto sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Mojokerto. Sebelumnya, Ajinomoto juga sudah melakukan pelatihan dan donasi bantuan perlengkapan (gerobak mie ayam) untuk pengembangan UMKM Kuliner di Desa Mlirip, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Kab. Mojokerto.


 


Dalam kesempatan ini, Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz., MPH, Dosen Gizi di Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Airlangga, memberikan edukasi kepada para bidan, kader posyandu, serta anggota PKK dari Kecamatan Puri, Mojokerto, mengenai pencegahan-penanganan stunting dengan konsep gizi seimbang. Menurutnya, stunting dapat mengakibatkan anak gagal tumbuh secara optimal karena kekurangan nutrisi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dan hal ini menjadi perhatian khusus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

 

“Sebenarnya, pencegahan stunting sebaiknya dilakukan pada masa awal kehamilan. Ibu disarankan untuk mulai menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan gaya hidup sehat sedini mungkin. Kemudian, pada bayi usia 6 sampai 9 bulan, utamakan selalu mendapatkan ASI eksklusif, baru setelahnya mulai menu MPASI yang bervariasi terdiri dari karbohidrat, protein hewani, nabati, dan sayuran,” ujar Dominikus.


“Nah pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika si anak sudah mengalami stunting ? Bagaimana penanganannya ? Untuk case ini, anak perlu diberikan intervensi menu makanan yang beragam dan tinggi unsur gizi nya, serta frekuensi pemberiannya juga perlu diatur. Contoh, untuk bayi usia 6 – 8 bulan perlu 2 – 3 makanan utama dan 1 – 2 makanan selingan (snack). Kemudian, dalam membuat MPASI, para ibu juga tidak perlu khawatir dalam menambahkan bumbu. Karena penggunaan gula, garam, dan bumbu umami seperti MSG diperbolehkan secukupnya,” lanjutnya.



 

Bupati Mojokerto, dr. Ikfina Fahmawati meyakini bahwa program yang berkolaborasi dengan Ajinomoto akan bisa dirasakan dampaknya langsung bagi masyarakat luas khususnya di Kabupaten Mojokerto.

Artikel Terkait