Seminar Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan bagi Ibu Hamil

Ditayangkan pada, 29 September 2017

Bekasi – Gizi Kebugaran Indonesia menyelenggarakan seminar di STIKES Medistra Bekasi dengan tema “Memahami pentingnya kesehatan kehamilan melalui gizi seimbang untuk generasi sehat berprestasi”. Seminar diikuti oleh 379 peserta yang terdiri dari mahasiswa kebidanan, dosen, dan para bidan di sekitar Bekasi. ”Seminar ini sangat penting agar kita sebagai praktisi kesehatan, khususnya bidan dapat menjelaskan dengan baik mengenai gizi selama kehamilan yang merupakan bagian penting dari program 1000 hari pertama kehidupan (HPK), selain itu kita juga dapat memahami isu keamanan pangan (termasuk MSG) secara lebih jelas dan sesuai dengan fakta ilmiah yang ada” tutur Ibu Tetty Aritonang, selaku ketua STIKES Medistra saat membuka seminar.

Ajinomoto ikut serta dalam seminar ini karena memiliki visi yang sama dalam menjelaskan gizi seimbang kepada para KOL (Key opinion leader) dalam hal ini para bidan yang menjadi praktisi kesehatan dan menjadi komunikator mengenai gizi kepada para Ibu Hamil di pelosok daerah. Dengan menghadirkan dokter spesialis gizi, Dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, mengambil judul “Gizi seimbang dan keamanan pangan bagi Ibu hamil?”.

Dr. Johannes menekankan pentingnya gizi sebelum dan selama kehamilan karena hal itu berdampak pada perbaikan kesehatan janin, berat lahir bayi lebih baik, dan peningkatan angka keselamatan Ibu dan bayi. Asupan kalori yang baik adalah sekitar 10-15% untuk menunjang kehamilan normal.
 
“Kontrol asupan kalori pada Ibu hamil sangat penting karena kelebihan asupan kalori dapat berdampak buruk yaitu peningkatan risiko hipertensi, diabetes gestasional, kelahiran sesar, dan obesitas pada pada bayi. Disisi lain kekurangan kalori juga berdampak negatif pada bayi seperti risiko berat bayi lahir rendah (< 2500 g) dan hal ini berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit metabolik dan DM tipe 2 pada saat dewasa” ungkap Dr. Johannes di awal presentasinya.

Dr. Johannes juga menjelaskan isu MSG dan penjelasan fakta ilmiahnya dan juga informasi keamanan MSG dari badan kesehatan dunia ( JECFA, USFDA, Uni Eropa termasuk BPOM RI), MSG dikategorikan sebagai bahan tambahan pangan (BTP) penguat rasa yang aman dikonsumsi dengan pemakaian Secukupnya (ADI Not Specified). Di akhir presentasinya, Dr. Johannes menjelaskan mengenai fungsi MSG dalam diet rendah garam pada preeklampsi dan hipertensi kehamilan. “Beberapa penelitian oleh Ball dkk, Leong dkk & Jinap dkk telah membuktikan manfaat MSG yang mampu membantu penurunan asupan garam namun dengan tetap menjaga rasa asin dan palatabilitas makanan rendah garam” ungkap Dr. Johannes yang mematahkan isu bahwa MSG tidak baik dikonsumsi oleh Ibu hamil, fakta ilmiahnya malah berkata sebaliknya.

 

Seminar serupa akan diselenggarakan di 4 kota lainnya yaitu Bogor, Tangerang, Semarang dan Surabaya. Harapannya, dengan ter-updatenya para praktisi kesehatan khususnya bidan terkait gizi seimbang dan fakta terkini MSG, mereka dapat memberikan informasi yang benar dan berimbang kepada para Ibu hamil.

Kembali ke berita utama


Copyright Ajinomoto© 2017 - All right reserved.

Scroll to Top